Friday, June 30, 2017

Kekayaan Sejati

Sumber: © Stoumbourse (18 Maret 2008)

Mengunjungi orang miskin,
di mana kau akan belajar apa itu kekayaan sejati.

Suatu hari, ayah sebuah keluarga kaya-raya membawa puteranya ke pedesaaan untuk menunjukkan bagaimana orang miskin hidup.

Mereka menghabiskan beberapa hari di sana di pertanian sebuah keluarga yang tak punya banyak hal untuk ditawarkan kepada mereka. Dalam perjalanan pulang, sang ayah bertanya kepada puteranya.

“Kau suka tinggal di sana?”

“Itu fantastis, ayah!”

“Kau sudah lihat bagaimana orang miskin hidup?” tanya sang ayah lagi.

“Ah ya!” jawab si anak.

“Jadi apa yang kau dapat?”

Si anak menjawab:

“Aku lihat bahwa kita hanya punya seekor anjing, sementara mereka punya empat. Kita punya kolam berukuran separuh taman, sementara mereka punya anak sungai besar. Kita punya lentera di taman, sementara mereka punya bintang di angkasa. Kita punya serambi besar di depan, sementara mereka punya cakrawala. Kita punya tanah, sementara mereka punya ladang sejauh mata memandang. Kita punya pembantu, sementara mereka membantu orang lain. Kita membeli hasil bumi, sementara mereka menanamnya. Kita punya tembok di sekeliling rumah untuk melindungi kita, mereka punya teman yang melindungi mereka.”

Sang ayah tetap diam.

Si anak menambahkan, “Ayah, terimakasih sudah menunjukkan padaku semua hal yang tidak kita miliki.”

Kenapa Perempuan Membaca Cerita Detektif

Sumber: Carolyn Wells, Why Women Read Detective Stories , True Detective Mysteries edisi September 1930 , hal. 18-19, 105-106 Saat saya dit...