Friday, September 29, 2017

Asal-Usul Kabupaten Subang

Sumber: © Maya Ananda, Legenda Jawadwipa, Jakarta: CV Jembatan Mas, Cet. 2, 2001, hal. 50-52.

Konon kabarnya asal-usul nama Subang untuk ibukota Kabupaten Subang yang sekarang belum dapat diketahui dengan pasti.

Ada cerita yang mengatakan bahwa Pamanukan dan Tanah Ciasem pada tahun 1840 pernah dibeli oleh orang Belanda yang bernama P.W. Hofland bersaudara. Berselang tujuh puluh tahun kemudian, tanah tersebut dijual pula kepada seorang bangsa Inggris (1911).

Menurut cerita P.W. Hofland sendiri, mereka menempati tanah-tanah itu hanya selama 10 tahun. Pada tahun 1850, tanah itu dijual lagi kepada seorang bangsa Inggris. Kemudian kedua orang Belanda itu memilih tempat tinggal di daerah Kadamangan Ciheurang. Tempat tersebut sekarang diperkirakan terletak di sebelah utara lapangan golf (alun-alun) Subang sekarang.

Di sekitar tahun 1850, daerah yang ditempati P.W. Hofland dan sekitarnya masih jarang penduduknya. Padahal menurut rencana, orang asing itu ingin membuka sebuah perusahaan tebu di tempat tersebut. Oleh karena itu, ia terpaksa mendatangkan tenaga buruh dari daerah-daerah lain, seperti dari Cirebon, Majalengka, Rajagaluh, dan Kuningan. Para pekerja itu rupanya mendirikan tempat-tempat tinggalnya di sekitar perusahaan Pabrik Tebu P.W. Hofland, yang letaknya tidak jauh dari Cimerta atau sebelah utara Cileuleui.

Di antara para buruh yang mendirikan babakan tempat tinggal itu ada yang berasal dari Subang yaitu nama suatu tempat di daerah Kuningan. Babakan yang mereka dirikan itu mereka namakan dengan nama Babakan Subang. Hal itu mungkin dimaksudkan sekadar untuk membedakan babakan mereka dengan babakan buruh-buruh yang berasal dari tempat lain. Kenyataan itu telah menumbuhkan perkiraan bahwa asal kata subang itu untuk nama Kabupaten Subang yang sekarang didiami oleh orang Subang Kuningan.

Meskipun terasa ada persamaannya, tetapi ada pihak yang menganggap dugaan itu kurang tepat. Alasan mereka adalah dalam sebuah laporan mengenai jumlah pohon jati yang disusun pada tanggal 4 Agustus 1812 oleh pihak Kabupaten Pamanukan disebut-sebut adanya “kampung Subang”. Itu berarti, jauh sebelum adanya Pabrik Penggiling Tebu P.W. Hofland, Kampung Subang itu memang sudah ada.

Menurut laporan tersebut, hutan yang terletak dekat Kampung Subang itu ialah Ginten, Menggeng, Cisaga, dan Cikalong. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa asal-usul nama Subang untuk ibukota Kabupaten Subang yang sekarang belum dapat diketahui dengan pasti. Untuk sementara, dugaan yang ada sekarang setidak-tidaknya dapat dipakai sebagai pegangan sementara, bukan begitu?

Kenapa Perempuan Membaca Cerita Detektif

Sumber: Carolyn Wells, Why Women Read Detective Stories , True Detective Mysteries edisi September 1930 , hal. 18-19, 105-106 Saat saya dit...